Pembodohan Dalam Pacaran. Cowok Selalu Dijadikan Korban

Cowok Bayarin Belanjaan Cewek
Pembodohan Dalam Pacaran
Kali ini aku mau bercerita soal pacaran, bagaimana kehidupan orang pacaran, gaya pacaran, dan yang paling penting perilaku cewek terhadap pasangannya yang bisa dikatakan unik. 

Judul cerita ini bukan bermaksut menjelekan kalian yang sudah memiliki pasangan (dalam konteks ini lagi pacaran) tapi hanya sekedar bait clik biar kalian membaca saja (ceritanya lagi kekurangan pembaca).

Aku gak mau memperpanjang durasi dengan menceritakan apa itu pacaran? Apa jenis dan tipenya, bagaimana cara pacaran yang baik dan benar? Atau penjelasan lain tentang subjek kita. Mungkin lain waktu akan diceritakan dalam artikel yang berbeda. 

“Jadinya mau cerita tentang apa nih min kok muter-muter terus kalimatnya?”

Jadi gini nih aku agak gusar sama etika pacaran anak-anak jaman sekarang. Entah kenapa gaya pacaran mereka bikin aku mual gitu. Aku sendiri pernah pacaran, tapi gak gitu-gitu amat caranya. 

Ya, meski ada juga beberapa hal yang mirip sih, tapi hanya sebagian kecil saja gak banyak, cuma seperti dijadikan budak bawain belanjaan di mall dan kita bayar semua tagihan kosmetiknya (membela diri atas kebodohan sewaktu pacaran).

Pacaran itu aneh, kita sebagai cowok biar dianggap “geltle” harus bisa jadi sosok pria siaga yang selalu ada disaat pacar kita butuh. Kita harus siap jadi tukang ojek yang nganter pasangan kita kemana-mana, kita harus siap jadi pelawak yang menghiburnya ketika sedih/galau, harus bisa jadi alarm buat selalu ngingetin kapan dia makan, kapan dia tidur, kapan bangun, mandi, ber*k dll.

Gak cuma itu saja, pergerakan kita juga terbatas, beda ketika kita masih jomblo dulu. Saat masih sendiri kita bebas kemana saja, bertindak apa saja, bersama siapa saja, pokoknya kita bebaslah. Tapi waktu punya pacar, kita ibarat tahanan wajib lapor yang apa-apa mesti laporan dulu sama pasangan kita.

Pernah nih suatu ketika aku ditanya pacar tentang apa saja kegiatan seharian waktu tanpa dia. Cewek kalau tanya itu melebihi wartawan. Mungkin persamaan yang tepat adalah aku seperti tersangka kasus kejahatan yang tengah di interogasi. 

A: “Sayang kamu dimana? Dengan siapa? Sedang berbuat apa?

B: “Ini lagi di toilet, lagi BAB yang”

A: “Bohong, mana potonya?”

B: “Cekrek (Poto ruangan toilet)”

Sudah dikasih bukti terkadang mereka masih gak percaya, dia malah bilang

“Editan pasti, poto kamunya gak ada”.

Pusing gak sih kalau ditanya kayak gitu? masih mending kalau tempatnya enak buat poto, dalam kelas, ruang kerja, di taman, atau dimana gitu, lha ini di toilet. 

Coba bayangin, poto macam apa yang bisa aku jadikan bahan, buat meyakinkan di doi kalau aku emang beneran di toilet? 

Dari pada pusing, terpaksa deh aku selfie di toilet bersama ta* yang belum disiram untuk dijadikan barang bukti (hoek). Biar puas dan gak kepo lagi, aku kirim langsung 3 selfie terbaik dari rentetan poto yang menjijikkan itu (tentunya setelah diedit sampai setengah mati).

Aku sudah kirim nih poto buat melampiaskan kecurigaannya, kira-kira kamu tahu gak kejadian berikutnya kayak apa? (ya gak tau lah emangnya cerita gue). Dia bilang gini

“Ih kamu kok jorok sih, aku gak mau ya punya cowok yang jorok kayak kamu. Pokoknya mulai sekarang kita putus!!”.

Salahku dimana? Dia yang minta poto terus aku yang disalahin? Apa poto yang aku kirim kurang banyak? Apa pose potoku kurang alay? (waktu itu masih alay), atau mungkin ta* yang disamping kurang kuning? bentuknya abstrak gak beraturan?
Kealayan Dalam Pacaran
Pacaran Alay
“Udah min gak usah curhat sama penderitan lu”

Pacaran itu aneh, pacaran itu ibarat bentuk penjajahan di era modern pada para cowok. Tapi biarpun begitu, mereka tetep mau diperbudak oleh cewek-ceweknya. Mungkin dari pada dibilang jones (jomblo ngenes) masih mending lah, karena kita tahu bahwa cowok memiliki harga diri tinggi (yoi bro).

Mungkin buat kamu pembaca cewek (iya kamu yang lagi baca, gak usah tengak – tengok) bakalan membantah ceritaku barusan. Gak masalah, itu wajar, aku bisa ngerti kok soalnya mau bener kayak apapun kita para cowok akan selalu salah dimata cewek.

Tapi meski demikan, walau pacaran itu merenggut kebebasan kaum pria, kita gak mampu berbuat banyak melawan kalian para cewek. Kalau jaman dahulu para pahlawan sampai angkat senjata melawan penjajah, dalam kontek pacaran kita gak mungkin melakukan hal yang sama. Paling angkat tangan lambaikan tangan ke kamera kalau sudah tidak kuat.

Kan gak mungkin juga tiap mau ketemu pacar dandan dulu ala tentara, muka dicoret-coret, pake baju kamuflase, bawa tas ransel, terus bawa bambu runcing dan ketemuannya di mall. 

Bisa-bisa kita malah disangka teroris. Teroris tradisional, senjatanya masih pake bambu runcing. Terus teriak-teriak “merdeka, bebaskan kami, bebaskan penderitaan dompet kami, bebaskan kami dari tagihan kosmetik yang mahal”. 

Satu lagi nih bukti bahwa ketika pacaran cowok tak lagi memiliki apa-apa, semuanya direnggut mulai hartanya, pergaulannya, bahkan semua yang ada pada tubuhnya sudah bukan lagi kepunyaannya sendiri. Di era Belanda saja menjajah gak sampai begitu, penjajah lebih terfokus mengambil dan mengeksploitasi sumber daya alam saja. 

Tapi mungkin beda ceritanya kalau jaman dahulu ada pemuda pribumi pacaran sama orang Belanda, mungkin penderitaannya akan berlipat ganda, sudah dijajah negaranya, dijajah pula hatinya. (tragis banget nasibmu nak). 

Kenapa aku bisa bilang begitu? Suatu ketika jalan-jalan ke mall bersama pacar. Pernah gak sih kamu mengalami kejadian dimana pacar kamu melarang buat lihat kemana-kemana? Gak cuma di mall saja sih, bisa juga misal ke objek wisata atau tempat hiburan dan pusat keramaian lainnya.

Yang namanya jalan-jalan, jelas bahwa tujuan kita adalah mencari hiburan, entah buat refreshing atau sekedar cuci mata melihat pemandangan. Terus kalau setiap menoleh kita selalu ditabokin, apanya yang dinikmati? 

Melihat orang lewat itu kalau menurutku hanya sebuah reflek, bukan berarti kita para cowok itu jelalatan (memang beberapa ada yang gitu sih). Siapa tahu dari sekian banyak yang lewat bisa jadi orang yang gak kita sangka hadir, misal saja mantan, guru, mantan guru atau mungkin orangtua kita tiba-tiba muncul buat memata-matai. 

Dari situlah kita bisa mengartikan bahwa konteks pacaran merupakan suatu bentuk pelanggaran HAM yang membatasi kebebasan seseorang (lebay mode ON).
Cowok Selalu Salah
Penjajahan Dalam Pacaran
“Yaelah min wajar kali cinta emang butuh penggorbanan”

Memang benar kalau cinta itu butuh sebuah pengorbanan. Tapi kalau kataku sih rela berkorban sama bunuh diri itu beda. Jadi kalau kamu diperlakukan seenaknya sama pacar kamu ya sudah, tinggalin saja. Masih banyak diluar sana yang bisa kamu dapatkan, yang lebih baik dan bisa menghargai diri kamu.

Mungkin benar apa kata Son Goku, bahwa cayaha cinta terkadang menyilaukan. Pancaran sinarnya bisa membutakan mata, mata kepala dan mata hati. Jadi intinya jika kamu sakit mata segera periksa kedokter.

Ok itu tadi ceritaku tentang pembodohan cowok selama pacaran. Pacaran merupakan hal lazim pada jaman sekarang sebelum menuju ketahap yang lebih serius. Jadi kalau kamu gak mau lama-lama dibodohi pasanganmu, buruan halalin. Karena cerita diatas tidak berlaku bagi kamu yang sudah berkeluarga.

Kalau menurut kamu, apa saja jenis pembodohan selama pacaran? Isikan pada kolom komentar dibawah ya. Jangan lupa untuk klik like and share jika cerita ini menurutmu menarik dan bermanfaat. (Admin – F)

Postingan terkait:

13 Tanggapan untuk "Pembodohan Dalam Pacaran. Cowok Selalu Dijadikan Korban"

  1. Heheh bener sih.. tapi ga semua cewek gitu kok. Kadang malah cowoknya yang menjajah cewek. Btw, ini blog yang ditulis rame rame kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe, iya sis gak semua namanya juga cuma cerita.
      untuk saat ini masih ditulis sendiri, gak tau buat kedepannya seperti apa.

      Hapus
  2. ahahahah...
    true banget...
    artikelnya bagus2....

    BalasHapus
  3. Betul juga tuh gan. Terkadang cowok itu di buat serba salah oleh cewek.

    BalasHapus
  4. mntap gan ceritanya ini yg ane cari" dari dulu thanks ya..

    BalasHapus
  5. gua masih jomblo, masih polos, nggak pernah ngerasain gituan. hahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ah masa sih. gak percaya anak sekarang belum pernah pacaran

      Hapus
  6. busyet jadi ke inget mantan...hahaha

    BalasHapus
  7. cewek emang gitu, sulit dimengerti.. perasaannya itu kaya teka-teki cak lontong.. susah ditebak wkwkw... kadang sifatnya juga cepet berubah, bentar seneng tiba2 bisa cemberut.. Mending sendiri dulu, nunggu yang pas.. hehe..

    BalasHapus

Pembaca cerdas selalu tahu pesan apa yang harus ditinggalkan.

Kontak

Nama

Email *

Pesan *