Iklan Media Sosial Bikin Pengen Ngeklik

iklan TV aneh
Nungguin Iklan Menyebalkan
Setiap bentuk usaha tidak akan pernah bisa berkembang tanpa adanya promosi. Hal ini bertujuan agar masyarakat tahu bahwa ada usaha/produk tersebut. Jika dipertengahan era 80 hingga 90an, media pengiklanan masih sangat awam bagi pengusaha. Kini itu sudah menjadi hal yang umum untuk dilakukan.

Terkhusus untuk usaha micro sampai menengah seperti pertokoan, warung makan, atau hanya sekedar jasa perseorangan semacam tukang cukur atau tukang kubur, dulu memperoleh nama/dikenal orang lewat backlink (kayak ngeblog aja min) atau bisa dibilang dari mulut kemulut.

Selain karena masih awam tentang promosi, medianya saat itu juga terbatas. Jika televisi, radio hingga majalah dan koran kala itu merajai jasa pengiklanan, nampaknya sekarang orang sudah jarang menggunakannya lagi (kecuali televisi).

Perkembangan jaman telah merubah pola pengiklanan serta semakin bervariatif pula jenis iklan yang ditayangkan. Namun hal itu membuatku secara pribadi malah merasa terganggu dengan iklan-iklan yang semakin aneh dan menjengkelkan.

“Belum ngerti maksud ceritanya nih min. Dari tadi masih coba meraba”

Aku mulai intinya sekarang, tadi hanya sedikit pengenalan tema agar pembawaan lebih enak dan biar gak rancu. Terus terang aku bete sama iklan masa kini, semakin aneh.

Contohnya iklan dot bayi yang ada di TV. Iklan dikatakan baik bila mampu meninggalkan kesan baik bagi calon konsumennya. Sekarang pesan baik apa yang didapatkan dari iklan yang membiarkan anaknya ngedot dalam keranjang bayi, bapaknya tidur, dan ibunya pergi selama 2 jam?

Aku malah berpikir jika adanya itu dot membolehkan kita beraktifitas tanpa diganggu sang anak. Orangtua macam apa yang menelantarkan anaknya dalam kurungan berbekal dot, ditinggal tidur dan belanja selama berjam-jam? (hanya alien yang tega). 

Hal serupa terjadi ketika aku lihat iklan susu yang mencoba menerangkan pada konsumen setelah minum susu tersebut anak menjadi lebih kreatif, cerdas dan cepat tanggap (keren ya kayaknya, namanya juga iklan bro). 

Diawalnya sih bagus, sang anak cerdas dalam sekolah, aktif dalam pelajaran dan percaya diri tinggi. Tapi ujungnya gak enak banget. Jam 4 pagi sudah bangunin orangtuanya buat ngajak ke sekolah. 

Semangat sih boleh, rajin sih boleh, tapi pesan terakhir dari itu iklan yang aku tangkap adalah si anak jadi gak tau waktu kapan untuk istirahat, dan kapan untuk belajar.

Iya kali sekolah macam apa yang buka jam 4 subuh, berangkat jam segitu juga masih sepi, gak ada murid atau gurunya, penjaga sekolahnya aja paling juga masih mimpi. Dan aku yakin itu anak belum mandi belum sarapan. Atau jangan – jangan malah masih pakai popok celana.
Iklan TV aneh
Konsep Iklan Bikin Salah Tafsir
“Mendramatisir banget liat iklannya min, udah selow aja”

Gak hanya itu saja yang ngeselin, acara TV sekarang juga seolah semuanya hanya iklan. Bahkan menurutku dibanding acaranya, tayangan iklan memiki durasi lebih panjang. Khawatirnya sih lama-lama TV tidak lagi menayangkan program acara, tapi menayangkan iklan saja.

Hal ini terbukti dengan adanya TV belanja, stasiun yang disukai ibu-ibu namun dibenci oleh para suami. 

Gimana nggak, abis nonton acara itu pasti obrolan ibu-ibu gosip sekarang beralih ke barang apa yang sudah dibeli, dan hal ini berimbas ke suami harus rela jatah bulannya dikurangi sebab dipakai belanja hal gak penting sama istrinya karena gak mau kalah saing sama ibu-ibu tetangga.

Iklan menguasai acara, didalam film saja sekarang sudah disisipi iklan seperti banner iklan saat adegan di jalan, atau dalam sesi khusus menunjukan pemeran film tersebut tengah mempromosikan produk dalam bentuk adegan.

Jadi terkadang nonton film itu yang berkesan bukan acaranya apa, tapi iklanya apa. Takutnya nih suatu saat nonton TV yang dicari bukan acara mana yang bagus, tapi TV mana yang iklannya paling lama. Ujung-ujunganya balik lagi deh jadi TV belanja dan para suami harus rela nahan lapar untuk memenuhi kebutuhan belanja istrinya.

Semakin hari pekembangan terus bertambah pesat, tak terkecuali dengan media promosi. Mahalnya biaya pasang iklan di TV membuat banyak yang beralih ke media internet. Sebab internet dianggap paling mudah dan murah untuk semua kalangan.

Bahkan kita bisa beriklan gratis via jejaring sosial macam Facebook, Twitter, Instagram dll. Mudahnya promosi di media sosial membuatnya kini telah beralih fungsi. 

Jika dulu beranda kita dipenuhi status alay dan galau, sekarang diisi oleh orang yang memposting dagangan mulai dari jualan baju, celana, cabe, hingga cabe-cabean.

Sangat efektifnya iklan di media sosial, ambil contoh saja Facebook tidak dimanfaatkan oleh perseorangan saja. Bahkan kini Facebook sendiri menawarkan jasa pengiklanan yang dinamakan FB-Ads. Jenis ini begitu diminati banyak pengusaha karena dipercaya mampu menaikan penjualan secara signifikan.

Ini berkat Fb-ads memiki fitur demografi dan relevansi tinggi terhadap minat dan kesukaan penggunanya. Jika kita sering klik iklan situs beli baju, maka yang seterus muncul akan lebih sering iklan jenis tersebut. Jika elektronik maka berkaitan pula dengan itu.

Yang jadi masalah adalah iklan Facebook sekarang juga banyak yang konten sexy. Iklan kayak gitu bikin pengen ngeklik aja, tapi demi menyelamatkan harga diri jadi gak bisa ngeklik. Banyangin aja jika suatu saat gebetan liat akun kita dan yang muncul iklan sexy. Kan mengubah image kita jadi orang mes*m yang sering liat begituan.

Lebih menjengkelkan lagi iklan dalam aplikasi chating semacam BBM kadang kita gak sengaja ngeklik. Mau liat gebetan pasang DP baru eh tiba-tiba layar gerak berganti dengan iklan. Seolah-olah kita emang diarahkan untuk mengklik iklan itu.

Sebut saja iklan video chat seperti Noni Live, Bego Live, yang jadi model tahu sendiri kan. Tanpa dipaksa klik pun sebenernya kita pengen ngeklik. Tapi demi menyelamatkan harga diri kita urungkan niat meski melawan keinginan. 

Ibaratnya tuh pengen kentut ditahan karena ditempat umum. Gak dikeluarin tersiksa, dilepas malu-maluin. Serba salah sendiri jadinya. Bisa dilepas tapi ya sambil ditahan biar gak bersuara, tapi tetep saja berbau.
rusak image gara-gara klik iklan
Salah Klik Merusak Image
Iklan BBM sama kayak kentut, meski ngeklik juga sebenernya gak masalah sih, soalnya kita bisa beralasan tidak sengaja karena iklan BBM gerak sendiri. Ini sama halnya ketika kamu kebelet pipis sewaktu kehujanan tapi gak ada toilet. Ya udah pipis dicelana aja, gak akan ada yang tahu ini.

Tapi berkat adanya fitur demografi serta relevansi iklan di media sosial merusak nama baik orang sekarang jadi gampang. Kalau dulu kita ngomongin kejelekan dia, mengorek segala sisi negatifnya, kini cukup pinjem HP nya, buka akun medsosnya, kemudian klik iklan sexy, maka kelar sudah riwayatnya.

Dan pada akhirnya terima kasih telah membaca ceritaku kali ini. Mungkin kamu juga mengalami kegelisahan seperti tulisan diatas tapi disarankan untuk tidak mempraktekan saran diujung cerita. Kasian mereka yang sudah susah payah akting jaga image. (Admin – F)

Postingan terkait:

5 Tanggapan untuk "Iklan Media Sosial Bikin Pengen Ngeklik"

  1. memang menar iklan difacebook salah satu tempat iklan paling manjur karena visitornya itu dan gampang diakses

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi awas gan. jangan klik iklan ehem-ehem" nanti jadi tercemar nama baiknya :p

      Hapus
  2. Paling kesel sama iklan internet. pop up apalagi wkwk padahal itu untung buat para blogger

    BalasHapus
  3. Ane aja rencana mau ngiklan blog di facebook, soalnya ya tau sendiri lah visitor faceboom itu gimana..

    BalasHapus

Pembaca cerdas selalu tahu pesan apa yang harus ditinggalkan.

Kontak

Nama

Email *

Pesan *