Apa Itu Hoax? Kenali dan Pelajari Dampak Serta Bahayanya

Bahaya Berita Hoax
Berita Hoax, Pelajari Bahayanya
Maraknya konten berita abal-abal atau biasa dikenal dengan berita hoax merupakan fenomena besar yang menjadi bahan pembicaraan akhir-akhir ini. Banyaknya pemberitaan dari berbagai media televisi, koran, majalah, hingga media internet, tengah disorot oleh berbagai pengamat.

Mungkin pernah tersirat dalam pikiran kamu beberapa pertanyaan seperti, apa sih berita hoax itu? mengapa penyebarannya begitu cepat? Siapa dalang dari ini semua? Dan siapa sebenarnya orang tua upin dan ipin? (lho kok malah kemana-mana topiknya). Jika kamu serius memikirkan pertanyaan seperti itu, selamat kamu berada ditempat yang tepat (tepat jika mau tersesat). 

Tapi tenang saja tak perlu takut tersesat, aku ceritakan dengan lengkap terkait berita hoax ini agar kamu terhidar dari bahayanya. Kita mulai dari mengenal dari apa sih hoax itu? dari mana asalnya? Dimana tempat tanggal lahirnya? Dan ada hubungan dia apa dengan Upin dan Ipin?

“Stop bercandanya min, buruan cerita, kalau nggak kita boikot nih”

Ampun bang, jangan boikot situs ini, nanti bingung dimana lagi mencari tempat dapet recehan (ceritanya curhat cuma dapet recehan dari nulis). Siapkan cemilan serta minumannya, karena seperti biasa cerita kita bakalan panjang. 

Pengertian dan asal kata hoax

Aku pertama kali mendengar kata hoax ini berkisar tahun 2008, saat itu aku masih lucu-lucunya menjadi seorang remaja yang baru tumbuh bulu ketek. Awalnya aku mengira kalau kata hoax ini adalah ungkapan rasa ingin muntah, karena jujur saja bunyi kata tersebut seperti orang ketika mengeluarkan isi perut dari mulutnya. 

Mungkin karena kejadiannya saat itu salah seorang temanku merayu cewek dengan kata manisnya, dan ditanggapi dengan satu kata. Ya, dia bilang HoaxNgomongApaSihLo? (ada masalah dengan kata disamping?) jadi kronologisnya kayak gini nih.

A: Cintaku tuh ibarat Cos 0. Seolah tak ada tapi hanya satu. Hanya satu untukmu.

B: HoaxNgomongApaSihLo?

C: Hoax . . . . . . x

(Dialog macam apa ini singkat banget, jadi kelihatan gak kreatif deh).

“Apa sih min gak penting banget dialognya”

Ok itu tadi hanya sekedar intermezzo saja, berbagi pengalaman saat pertama kali mendengar kata hoax. Semoga saja ada yang mengalami pemikiran sama saat pertama kali dengar kata itu (berharap ada yang sama, soalnya ketika itu aku dibully habis-habisan karena gagal paham).

Tapi setelah menelusuri semalaman tentang arti kata hoax, hasilnya kok malah bermacam-macam pengertian. Disitu aku sempat berpikir, apakah hoax ini hampir sama seperti arti kata cinta, yang pengertiannya tak bisa digambarkan dengan kata-kata (lebay mode on). Dari pada kamu ikutan bingung mending aku ceritakan saja hasilnya deh.

Awalnya aku mencoba menggunakan fitur kekinian dari google, yakni bertanya dengan berbicara via aplikasi (biar kayak anak gaul gitu). “Hallo google, apa arti kata hoax”. Hasilnya, luar biasa google tidak bisa menterjemahkan kata-kataku. Meski sudah berkali-kali mencoba namun akhirnya aku sudahi saja, karena kalau dipikir aku malah kayak orang bego yang terus-terusan bilang hallo sama google.

Kembali kecara konvensional dengan mengetik ejaan kata hoax. Disini masih bingung juga karena arti dari kata tersebut bermacam-macam, namun bila disimpulkan ada satu kesamaan dari semua situs yang sudah aku jelajahi. Ya, hoax bisa diartikan dengan kabar bohong atau berita palsu. 

Entah ada hubungan apa dengan berita, tapi kata ini sering juga diucap ketika menentang suatu pemberitaan yang ambigu. Semua menjadi cerah saat aku menghadiri konferensi pers yang menyangkut berita hoax. Ada salah satu pembicara yang mengatakan bahwa kata hoax ini merupakan kata serapan dari bahasa asing.

Kata hoax berasal dari istilah asing dengan makna palsu/bohong. Jadi aku lebih memilih percaya pada si pembicara (lupa namanya siapa) yang mengartikan hoax adalah palsu atau bohong, jadi gak ada kata berita didalamnya. Seenggaknya dia berasal dari media yang terpercaya bukan dari blogger yang kadang hanya ikut-ikutan saja dalam mengartikan sesuatu.
Apa Itu Hoax
Arti Kata Hoax
“Ok min, tapi masih gak yakin nih. Soalnya ada yang bilang hoax itu singkatan”

Bisa aku katakan bahwa ucapan tersebut adalah hoax. Seperti yang sudah aku ceritakan diatas bahwa itu merupakan kata serapan, jadi bukan merupakan akronim maupun singkatan suatu kalimat. 

Tapi gak masalah kalau kamu tetap bersikukuh dengan pendirianmu, aku kasih kepanjangan hoax menurutku sendiri deh. Hoax merupakan singkatan dari Halah Ngomong Apa Xih, nah sudah puaskan sekarang, jadi mari kita lanjut ke babak berikutnya (ketawa jahat).

Nah sekarang udah jelas dong dengan asal dan arti kata hoax, kali ini aku cerita juga mengenai kata tersebut dalam penggunaannya terkait pemberitaan. 

Berita Hoax, apa dan mengapa banyak terjadi

Masih ingat dong dengan perkataanku sebelumnya (kalau lupa sroll ke atas lagi aja :p), kata hoax sering disandingkan dengan pemberitaan. Biasanya untuk menampik berita ambigu yang gak jelas kebenarannya. Bahkan sekarang ini kita sulit sekali membedakan mana berita asli, dan mana yang merupakan hasil rekayasa. 

“Iya nih min, kira-kira kenapa ya sekarang banyak sekali beredar berita hoax? 

Aku jadi teringat sepenggal lirik lagu nostalgia (ceritanya lagi flash back nih), pasti kamu tahu atau barangkali pernah mendengar lagu dari Achmad Albar – Panggung Sandiwara (yang hafal lagunya berarti kalian manusia jadul). 

Dalam lagu itu ada sebait lirik yang mengatakan bahwa dunia ini hanya panggung sandiwara (udah beneran sebait aja ini). Manusia sering bersandiwara demi mendapatkan sesuatu. Jadi kesimpulannya, sekarang ini mudah sekali menebar kepalsuan berita demi mencari sensasi bahkan untuk kepentingan personal.

“Kok bisa sih, apa untungnya masih gak ngerti min”

Gampangnya aku contohin aja deh, misalnya aku mau bisnis usaha dagang pentol goreng. Nah karena sudah menjamur jenis usaha ini, aku berniat menyebar berita palsu dengan mengatakan pentol si Anu berbahan tidak sehat, misal saja bahan busuk. Dengan begitu pentolnya Anu akan kehilangan pelanggan dan persaingan menjadi lebih gampang.

itu baru contoh kecil saja, hanya sebatas persaingan dagang pentol, bagaimana jika pelakunya untuk bisnis yang lebih besar atau untuk kepentingan politik. Aku rasa keuntungan yang diperoleh akan berlipat.

“Kalau itu ngerti min, lantas keuntungan yang didapat oleh si penyebar yang menjadi pihak ke tiga apa tuh? Kan sekarang banyak situs hoax”

Sahabat – sahabat saya yang kuper (dipelesetin dikit biar gak sama sama sang motivator), kamu pasti pernah dong atau barangkali sering membaca situs berita yang isi beritanya berseberangan antara situs satu dengan lainnya. Atau informasi dengan judul bombastis yang jika kita buka linknya judul dan isi tidak sepadan. 

Mereka si empunya situs jelas dong memiliki maksut tertentu dibalik pembuatan artikel tersebut. Ya, tepat sekali jika kamu berpikir untuk menaikan rating dari situs mereka. Dengan melonjaknya trafik yang mereka dapatkan, berimbas pada tinggi pula pendapatannya. 

Biasanya situs semacam ini memiliki partner pengiklan baik dari google adsense maupun media lainnya yang dengan pola tertentu. Rata-rata media advertising sekarang ini menganut sistem CPM (Cost Per Mile), yang membayar tiap view dari halaman situsnya.

Untuk rician hasil yang didapat berbeda beda (browsing aja kalau kepo jelasin disini bisa panjang). Sekedar tahu aja pendapatan situs hoax di Indonesia mampu meraup pengasilan hingga ratusan juta rupiah (kampret banget kan mereka, aku yang nulis serius malah dapet receh, maaf kok jadi curhat).
Situs Berita Hoax
Bahaya Situs Hoax
“Lalu di Facebook juga sering nongol tuh posting yang minta like, komen, sama saja kah?”

Berbeda, mereka tidak mendapat bayaran dari media pengiklanan. Banyak sekali dijumpai postingan yang meminta pembacanya untuk sekedar like atau komen apalah, intinya sama untuk rating. Rating diperoleh untuk menaikan popularitas (dalam hal ini popularitas post atau akun Facebook si adminnya).

Contohnya status semacam ini nih ‘Ibu adalah seseorang yang banyak berjasa dalam hidup kita, tanpa kehadirannya kita tidak mungkin bisa sampai seperti sekarang ini. Semoga Ibu selalu diberikan kesehatan, aku sayang ibu. Klik like dan katakan amin jika kamu setuju. Yang mengabaikan pesan ini semoga celaka 7 turunan’. (lincah banget ya ngasih contohnya, kayak pemain aslinya aja :p)

Nah, jika kamu menemuka hal semacam ini di media sosial abaikan saja. Tak perlu mengambil tindakan apapun termasuk mencaci maki si pembuat status (pengalaman pribadi, waktu itu aku dikasih gambar orang mandi di sungai di minta ngetik angka 1 dan air akan surut. Setelah komen kok gak ada perubahan. Bangke banget kan). 

Info saja nih, mereka mendapat keuntungan dengan menjual akun yang memiliki status dengan jumlah like, komen, atau share yang tinggi. Setelah target mereka tercapai biasanya status ini akan dirubah untuk kepentingan lain. 

Misal kamu komen setuju, saat itu gambarnya Ibu-ibu tua renta. Dan setelah mendapat jumlah like, komen dan share tinggi status ini dijual bersama akunnya. Dan status akan diubah misal saja dengan gambar paslon minta dukungan atau sesorang minta persetujuan dengan jalur independen. Kacau banget kan, kita dibodohi dengan trik semacam ini.
Hoax Dalam Media Sosial
Hoax Dalam Media Sosial
“Wah bahaya dong min, lantas cara mengatasinya gimana nih terkait situs dan konten hoax?”

Pilihan yang tepat jika kamu bertanya (bergaya ala pelayan otlet pizza yang selalu bilang pilihan yang tepat), untuk itu aku ceritakan pada kesimpulannya saja.

Kesimpulan

Diera sekarang keberadaan beria hoax tidak bisa kita hindari. Namun untuk meminimalisir dampaknya kita bisa mencegah penyebaraannya. Jika kamu mengetahui fakta sebenarnya, maka bisa dengan mengkonfirmasikannya sendiri atau jika tidak seenggaknya sukup diabaikan saja.

Jangan terburu-buru mengambil kesimpulan dari judul setiap artikel yang kamu temui. Cek dahulu isi dari berita tersebut dan cek kebenarannnya lewat situs berita yang terpecaya. 

Mungkin jika dirasa tulisan dari blogger memiliki judul dan isi lebih menarik. Namun sekali lagi aku ingatkan, tidak semua blogger memiliki tujuan memberi informasi yang benar, selama artikel itu laris pembaca apa saja ditulis (tapi aku nggak lho ya, buktinya masih dapet receh).

Ingat pembuat dan penyebar berita hoax dapan disanksikan hukum. Hal tersebut tertuang pada Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 28 ayat 1, dengan ancaman hukuman penjara selama 6 tahun, atau denda maksimal sebesar 1 miliyar rupiah.

Dan pada akhirnya terima kasih telah membaca ceritaku kali ini. Dan jika kamu masih penasaran dengan siapa orang tua Upin dan Ipin, lupakan saja karena mereka bukan tanggung jawabmu. 

Jika menurut pendapat kamu, menanggapi tentang persoalan hoax ini bagaimana sih? Isikan dalam kolom komentar dibawah ya. Jangan lupa untuk klik like dan share jika cerita ini bermanfaat. (Admin – F)

Postingan terkait:

26 Tanggapan untuk "Apa Itu Hoax? Kenali dan Pelajari Dampak Serta Bahayanya"

  1. Hoak tuh seperti orang yang gak punya kerjaan atau yang kerjaanya menghalalkan segala cara. Dah tau hoak itu berta bohong dan kalau menyebarkan berita bohong hykymnya udah pada tau kan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. atau bisa jadi gan kerjaan mereka ya itu. menebar kebohongan

      Hapus
  2. walah diinternet banyak bgt tuh yg nyebarin hoax untuk mendapatkan keuntungan sndiri, yg nyebarin berita hoax seharusnya sih dilacak dan dikasih hukuman karena sudah merugikan banyak orang

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju samaa agan yang ini. mereka bikin resah aja

      Hapus
  3. sekarang ini banyak banget yang buat berita hoax hanya untuk cari uang... :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya begitulah, segala cara dihalalkan di jaman sekarang

      Hapus
  4. Hoax bahaya banget apalagi yang berhubungan dengan SARA bikib perpecahan

    BalasHapus
  5. apalgi yang senang editing foto seperti PS,360 muka nya hoax semua hahahaha

    BalasHapus
  6. Makanya informasi apapun harus jelas sumbernya dan rujukannya

    BalasHapus
  7. Wkwkwkw tp ini artikel bukan hoax kan?

    BalasHapus
  8. Makanya ketika kitaingin membaca sesuatu Kita harus cari kebenaran nya dulu agar tidak tertipu oleh berita hoax

    BalasHapus
  9. hoax sama dengan bohong.?

    BalasHapus
  10. artikel yang sangat menairk

    BalasHapus
  11. iya nih sekarang banyak banget berita hoax

    BalasHapus
  12. hoax udah kek kuman, parahnya lagi makin banyak aja orang-orang yang mudah terhasut oleh info-info hoax

    BalasHapus
  13. Dijaman yang dimana sosial media menguasai segalanya hoax juga sering digunakan untuk mencari keuntungan sama seperti yang dijelaskan diatas nice articel

    BalasHapus
  14. Cerdas artikel mantap suhu.

    BalasHapus
  15. Hoax memang berbahaya gan, apalagi sekarang lagi marak-maraknya

    BalasHapus
  16. kadang sebel kalau liat temen, ngeshare berita hoax, an dia dgn gampangnya tersulut emosi. pas kita udh ingetin, malah gamau denger. haduh

    BalasHapus
  17. hoax harus di berantas gan , karena bisa merusak generasi penerus kita kelak nanti

    BalasHapus
  18. Jaman sekarang berita hoax sudah banyak , apa lagi tentang SARA

    BalasHapus
  19. bahaya nya hoax, semua orang bakalan bisa ketipu dengan 1 konten saja

    BalasHapus
  20. nopict hoax sih yang saya tau, dan sampai sekarang saya beranggapan bahwa hoax itu bohong

    BalasHapus
  21. kalau menurut gua simpel aja pengertian hoax.. hoax=bohong .. intinya itu hehe ..kalo itu sih opini gua.

    BalasHapus

Pembaca cerdas selalu tahu pesan apa yang harus ditinggalkan.

Kontak

Nama

Email *

Pesan *