Fenomena Alay, Apa dan Mengapa Bisa Terjadi

Apa, mengapa dan penyebab alay
Fenomena Alay
Awas!! Sebelum terlanjur membaca artikel ini, diperingatkan jangan lupa untuk sedia kantong kresek, minyak angin dan obat sakit kepala. Cerita ini dapat menyebabkan mual, muntah, sakit kepala terbelah, serta ganguan kehamilan dan janin. Jika sakit berlanjut hubungi rumah sakit jiwa terdekat.

Alangkah baiknya kita mulai cerita kita kali ini dengan sesuatu yang paling mendasar terlebih dahulu. Sebenarnya dari mana sih kata alay itu berasal? Apa dan mengapa penyebab alay itu, dan bagaimana proses ini sering terjadi pada anak usia remaja yang kondisi kesehatan mentalnya tergolong labil?

Asal mula kata alay

Pasti kamu pernah mendengar atau barangkali sering mengatakan istilah alay. Istilah yang bermula sejak sekitar tahun 2009 ini belakangan sering dilontarkan hampir oleh sebagian besar masyarakat. Banyak pendapat arti dari alay adalah anak layangan (kepanjangan menurut lirik lagu dangdut), namun ada juga kepanjangan lain yakni anak lebay (lebih masuk akal sih dari pada anak layangan).

Kata lebay sendiri banyak yang bilang berasal dari kata dasar lebih, kemudian berimbuhan ay (maksa banget), dan terciptalah kosakata baru yakni lebay yang artinya lebih atau melebih lebihkan. Jadi kata alay jika diartikan perkata memiliki makna “anak yang melebih lebihkan”.

Sekarang sudah tahu kan bagaimana awal istilah alay terbentuk. Mari kita lanjut ke penjelasan berikutnya.

“Mana penyebab alay nya?”

Sabar, kalem aja dulu biar makin jelas dan tidak salah tanggap ikuti demi tahap ya. Mie instan saja butuh proses bikinnya apalagi ini untuk kata dengan sejuta makna (ketawa jahat).

Jenis anak alay

Fenomena kata alay sangat terkenal dikalangan remaja Indonesia, hal tersebut biasanya diperuntukan untuk seseorang bergaya unik baik dari segi bahasa, gaya busana, dan gaya tulisan. Alayers (sebutan untuk anak alay) merupakan kaum minoritas bagi sebagian orang normal (kata mereka yang ngakunya normal), ibarat sekumpulan alien dengan gaya tidak lazim dan terkesan kampungan. Bergaya menyilaukan, berbahasa membingungkan, dan bertulis mengerikan.

“Kenapa sih kok dianggap menyilaukan?”

Sebenarnya mereka cuma ingin mengekspresikan diri melalui gaya semenarik mungkin, sama halnya dengan kebanyakan orang yang ingin tampil beda dan berkesan. Gaya alayers sebenarnya biasa saja tapi dengan aksesoris yang dilebih lebihkan (namanya juga anak yang melebih-lebihkan).

“Bedanya apa sama orang biasa?”

Kebanyakan orang normal memilih berpenampilan elegan atau trendi, pakai celana jeans, kaos, blazer, sepatu atau sandal. Tidak banyak aksesoris yang digunakan, gayanya juga natural bahkan bertema sesuai acara. Namun beda halnya dengan anak alay, misal saja pakai sandal gunung, celana jeans, baju warna merah kuning ijo, gelang berjejer sampai leher, pake topi olah raga. Bila diperhatikan, dilihat dari bawah sampai atas gak nyambung, bawahnya elegan, tengah reggae, atasan sporty (maunya ini anak apa?). Berdalih bergaya apa adanya tapi kalau kayak gini sih namanya apa aja dipakai.

“OK, ngerti sekarang. Lantas bahasanya gimana tuh?”

Dalam berkomunikasi antar sesama jenis alay, meraka para alayers memiliki konsep tata bahasa yang “nyleneh”. Masih menggunakan bahasa Indonesia (ya iya lah kan emang orang Indo), tapi tentu dengan dilebih-lebihkan. Bukan kalimatnya yang berubah menjadi panjang, namun logatnya saja yang berbeda. Meski ada pula beberapa yang menggunakan campuran bahasa asing kedalam kata-katanya.

A: “Hello, gaes. Gimana kabar elooooh?”

B: “So pasti cucok dong brooohh, elo tau gak siiiiihhh..... gue tadi habis makan pake nasi.”

A: “ Yongkru......, keren abis lo brai”

(ketika nulis dialog diatas, penulis berasa mau bunuh diri aja)

Kita tinggalkan sejenak bahasa alayers, tidak usah dipraktekan ya bisa-bisa nanti menjiwai, apalagi logatnya kayak orang mau muntah, mending duduk diam dan lanjut baca aja (minum dulu kalau terlanjur habis praktek :D).

Virus alay tidak hanya sebatas itu, masih ada satu lagi yang tak kalah mengerikan.

“Apa tuh min, gak usah lebay bikin kepo aja sih?”

(Jangan bilang kalau baca dialognya masih pakai bahasa alay :D) dahulu kala sebelum gaya dan bahasa alay belum sampai booming, seseorang disebut alay melalui gaya tulisannya. Bisa jadi lewat tulisan inilah cikal bakal terbentuknya kealayan lain seperti bahasa dan gaya alay.

Alayers biasa menggunakan tulisan dengan modifikasinya dengan kombinasi yang komplek antara huruf, angka, symbol, dll. Perpaduan kata yang hanya dimengerti oleh spesies mereka saja. Bagi orang normal, butuh usaha dan kerja keras untuk memperlajari dan menerjemahkan tulisan mereka. Konon katanya, segelintir orang mengatakan jika jumlah huruf yang digunakan anak alay ini tidak lebih dari 13 huruf, selebihnya diganti dengan angka dan symbol.

A: “m3tz, m@yem, l@9! Ap4 n!ch?”

B: g! 0bok @jach, 4qiu k@n93n b1ng!ts am@miu”

A: m@ch4 ch!e

(ketika nulis dialog diatas penulis langsung mual-mual, sakit perut, bibir pecah dan panas dalam)

Namun ada juga beberapa yang mengkombinasikan tidak sampai segitunya, tetapi hanya kombinasi dari huruf besar dan kecil. Seenggaknya masih bisa terbaca dengan lancar meski tetap membuat mata sakit (ampun gak kuat ngasih contoh lagi).

Penyebab alay

Akhirnya tiba juga ke poin dimana apa sih yang sebenarnya kealayan ini?. Harus diakui bahwa alay bak virus yang merebak luas dan untuk mengobatinya tidaklah mudah (yang jelas diapotik gak jualan). Seperti yang kita ketahui, remaja jaman sekarang mudah sekali terjangkiti virus alay, mungkin karena beberapa tahun kebelakangan banyak beredar vaksin palsu, jadi kekebalan meraka menjadi tidak terjaga.

"Langsung intinya aja, lama ah."

Ok deh, Tahu gak sih meski sama-sama alay, tapi dari ketiga jenis alay tadi yakni apabila ditinjau dari gaya, bahasa, dan tulisan, ternyata berbeda penyebabnya. Kalau penyebabnya berbeda cara penangannnya pun jelas tidak mungkin sama dong (berasa bahas penyakit kronis). Ibarat kata penyakit flu, ada flu biasa, ada flu batuk, ada flu batuk disertai demam, ada flu batuk demam ditambah mencret (yang ini jelas maksa banget).

"Lalu apa penyebab tulisan alay?"

Untuk alayers jenis tulisan, penyebabnya sederhana, mereka hanya ikut-ikutan dari tulisan yang mereka baca, entah dari pesan singkat, media sosial, atau media lain (yang jelas bukan media tanam). Anggapan bahwa dengan menulis dengan cara tersebut seakan membuat mereka nampak seperti anak gaul. Hal tersebut menjadi alasan mengapa orang bisa tertular menjadi alayers jenis tulisan.

"Kalau penyebab gaya alay apa?"

Dengan penyebab serupa, alayers berjenis bahasa juga mendapatkan ilmu ke alay an dari hasil mengikuti iduk alay (sebutan pencetus gaya alay). Tentu bukan lagi dari media tulisan karena bahasa sifatnya praktek. Kebanyakan gaya tersebut diperoleh dari menonton acara TV alay yang banyak bertebaran sekarang ini. Terlebih jika artis yang melakoninya memiliki basic fans besar, jangan ditanya dalam sekejap saja sudah banyak yang mengikuti.

"Lanjutkan saja penjelasannya, udah kepo akut nih".

Agak sedikit berbeda dibanding kedua tipe yang sudah disebutkan. Untuk jenis alayers gaya, pada awalnya aku beranggapan jika hasil dari copi paste dari orang lain bergaya keren dan kekinian (kecuali yang gayanya random tadi). Emang bener sih juga hasil meniru, misal artis korea pujaan remaja wanita, artis jepang dengan gaya harajuku yang digandrungi seluruh dunia, atau artis lokal dengan sejuta gaya “ngehits” dan terupdatenya.

Presepsi mereka dengan menyamakan gaya berarti image keren dari artis tersebut juga melekat padanya. Namun apa yang terjadi? Mereka malah nampak alay (kok bisa?). Usut punya usut setelah menyelidiki dan bertapa 20 menit di kamar mandi, faktor wajah menjadi patokan. Meski dengan gaya sama, tapi sebutan mereka berbeda. Bagi yang berwajah rupawan mau gaya apapun tetap terlihat keren. Disisi sebaliknya meski bergaya sama tetapi predikat alay akan melekat padanya.
Apa, mengapa dan penyebab alay
Gaya Sama Tapi Sebutan Berbeda

Kesimpulan

Status alay melekat pada seseorang tanpa mereka sadari. Alayers menganggap bahwa dirinya normal dan keren, begitu pula seperti para alayers lainnya. Namun bagi beberapa orang yang berpendapat beda (orang normal), tidaklah demikian. Jadi kesimpulan alay tercipta bukan karena ada niatan si pelaku, tapi juga karena ada kesempatan (kata bang napi).

Bukan begitu ya, yang benar adalah karena ada orang lain yang berperilaku berbeda. Jujur saja kalian pasti juga pernah mengalami masa alay ketika remaja. Jadi biarkan waktu mengalir menyadarkan mereka. Karena pada dasarnya kealayan diusia remaja merupakan suatu hal yang normal. Ibarat kata sedang dalam masa metamorfosis, evolusi, tranformasi, reboisasi, abrasi, ...si, ...si dll.

Nah itu tadi cerita tentang alay, apa dan mengapa apa alay bisa terjadi. Kalau menurut kamu alay itu apa sih? bagaimana kamu menyikapinya? Dan pada akhirnya terima kasih telah membaca artikel yang tidak berkulitas ini. (paragraf terakhir dibuat agar postingan kali ini menjadi lebih panjang saja).
(Admin – F)

Postingan terkait:

64 Tanggapan untuk "Fenomena Alay, Apa dan Mengapa Bisa Terjadi "

  1. hahahah itu mah kelewatan alaynya :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya gan, anak alay sekarang pada parah

      Hapus
  2. emang media elektronik menurut Q paling menyebabkan tingkat ke alayan seseorang , apalagi yg baca komenan Q hehe... pisss

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha bener tuh gan, jadi makin cepet penyebaran alaynya

      Hapus
  3. tq info tentang fenomena alay nya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  4. Balasan
    1. bener tuh, semua akan alay pada waktunya

      Hapus
  5. ane dulu juga pernah berkecimpung di dunia peralayan.. wkwkwkkwk.. #upsBukaKartu

    BalasHapus
  6. Bisa mahir jadi alay lok nongkrong di sini terus :)

    (Kusto davin)

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha. bisa saja nih agan :p. thanks buat pujiannya

      Hapus
  7. ane pernh ngalamin juga gan jadi anal alay wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah itu salah huruf K jadi L, beda arti gan :D

      Hapus
  8. njeeerrr andika rindu band :D

    BalasHapus
  9. hahaha yang tengah fotonyaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
  10. jaman dulu gw ngalamin alay yang namanya sms sampe gw kalo ngtik harus mikir dulu kaya huruf a jadi 4, untung ke penampilan ngga alay juga wkwkwk

    BalasHapus
  11. ane juga pernah jadi alay gan wkwk.. kalo liat status fb ane yg dulu geli geli gimana gitu wkwk tapi itu jadi kenangan :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama gan, berasa itu bukan ane aja :D

      Hapus
  12. Alaynya jepang mantap!! Namanya Harajuku... dan itu sempat jadi trend dunia..

    Alaynya korea, masih bisa diterima laah... Alaynya Indonesia.. -_-

    BalasHapus
  13. alay indonesia keren, bininye banyak :D

    BalasHapus
  14. alay anak layangan :v semakin meraja lela ada di mana mana :v

    BalasHapus
  15. memang komunitas alay sekarang ini semakin besar saja dan malah semakin terkenal

    BalasHapus
  16. Meskipun alay tapi udah nikah berkali kali, yang ga alay ga nikah nikah 😁

    BalasHapus
  17. alay adalah mahkluk yang paling menjijikan dimuka bumi ini,saya paling gak suka sama orang yang alay demi pergaulan

    BalasHapus
  18. ternyata 2017 masih ada aja yang alay gan, eh salah nulisnya kalo alay kan jadi 4l4y wkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha, terserang virus alay ya gan :D

      Hapus
  19. paling kesel kalo lagi ada anak alay yang bales chat atau sms, bacanya bikin pusing.

    doreneo.id

    BalasHapus
  20. setau ane, mulai datang alay itu dari sifat kemanjaan gan,, tapi itu cuma opini aja hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. gpp gan, artikel diatas masuknya juga kategori opini

      Hapus
  21. haha bener, yang alay mah gak sadar kalo dia alay

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya begitulah gan, kalo sadar ya g alay

      Hapus
  22. hahaha temen ane alay banget gan :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. temen ane apa ane gan (bukan ane yang ngetik ini tapi ente yang ngetik)

      Hapus
  23. :v wah ini nih , bikin flashback ke masa-masa alay aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. semua pernah alay pasti, diakui atau tidak pasti penah :D

      Hapus
  24. Kalau kata alay yang paling sering saya temui itu dari dunia maya..entah kenapa orang itu hanya suka ikut-ikutan

    BalasHapus
  25. Alay itu proses menjadi dewasa :D haha

    BalasHapus
  26. what the fuck,,hahahahaha mantap nih temanya

    BalasHapus
  27. mantab jiwa :D
    mengingatkan jaman2 dulu petama2 medsos
    dikit2 update status :3 , huruf ganti angka , angka ganti huruf disingkat2 sampai kadang orang yang aku sms / chat in gk mudeng :D

    #meratapi nasib 4l4y masa lampau

    BalasHapus
  28. Hahahah iya gan di desekolahan saya banyak anak alay

    BalasHapus
  29. ceritanya bagus gan nice update lagi hehe

    BalasHapus
  30. semua orang pernah alay, menuju proses menjadi dewasa hehe #4L4Y

    BalasHapus
  31. ingat dulu masi jaman gaya emo wkwk

    BalasHapus
  32. biasanya yang masih bocah + pertama kali maen facebook itu statusnya alay :'v. ane juga mengalaminya

    BalasHapus
  33. Haha ternyata anak alay juga ada jenisnya :v. Untung aja gua gak alay :D

    BalasHapus
  34. di facebook ane banyak banget anak alay, hal gak penting aja mereka upload. apalagi sama kata"nya yang kurang jelan dan terlihat aneh

    BalasHapus
  35. Hahahahah mantap banget nih ceritanya , ngakak..

    BalasHapus
  36. hhe.. jenis alay ada juga yah :D

    BalasHapus
  37. aku paling males sama anak alay, terlalu lebay banyak gaya...

    BalasHapus
  38. Hahahah mual liat anak alay hahah

    BalasHapus
  39. Wkwkkwkwk sekarang banyak bermunculan anak alay

    BalasHapus
  40. alay itu masa masa buruk kalo diinget inget lagi wkwk

    BalasHapus
  41. Pernah merasa jaman alay juga. tapi gak sampai kelewatan batas seperti di atas. dan juga lagu alay enak di denger hehe :-d

    BalasHapus
  42. wah anjay keren nih :3. numpang share wkwk.

    BalasHapus
  43. hehehhe lucu ceritanya terus berkarya ya minn :D

    BalasHapus
  44. wahh, aku masih inget zaman zamanku masih alay, kalau rasanya diingetin anak sekarang jangan alay, dibilangin malah marah haha pusing dah

    BalasHapus

Pembaca cerdas selalu tahu pesan apa yang harus ditinggalkan.

Kontak

Nama

Email *

Pesan *